Ikan
hias air laut adalah jenis ikan laut yang dimanfaatkan keindahan visualnya,
biasanya dipelihara dalam akuarium. Habitat ikan hias air laut adalah terumbu
karang, dimana terdapat terumbu karang yang sehat disanalah ikan hias
berkumpul. Wilayah perairan laut Indonesia memiliki terumbu karang yang
terkenal indah dan luas. Dengan sendirinya menjadikan Indonesia mempunyai
keragaman ikan laut yang tinggi dibanding negara lain. Sentra-sentra ikan hias
Indonesia juga banyak berasal dari wilayah timur yang termasuk dalam zonaCoral Triangle.
Ikan
hias air laut biasanya menetap di terumbu karang. Ikan ini disebut juga sebagai
ikan karang, karena habitatnya tidak bisa jauh dari terumbu karang. Apabila
terumbu karang rusak, maka ikan-ikan karang yang berada didalamnya akan ikut
musnah pula. Sebagian besar ikan-ikan karang bukan tipe ikan penjelajah yang
suka berenang kemana-mana sendiri. Mereka akan selalu berada di sekitar
kawanannya atau disekitar terumbu karang. Tidak semua ikan karang dijadikan
ikan hias, biasanya hanya yang berukuran panjang dibawah 30 cm saja dan
memiliki warna yang atraktif.
Beberapa
ikan hias air laut sudah bisa dibudidayakan, diantaranya adalah ikan badut atau
clown fish (Amphiprion ocellaris) yang terkenal sebagai “Nemo” dalam
film kartun. Saat ini Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL)
Lampung sedang giat mengembangkan teknik budidayanya. Membudidayakan ikan clown
fish jauh lebih menguntungkan secara ekonomi dibanding menangkapnya di alam
liar.
Lebih
dari 280 jenis ikan hias air laut diperdagangkan untuk tujuan ekspor. Pintu
gerbang perdagangannya terpusat di Jakarta dan Bali. Mungkin karena kedua
tempat tersebut mempunyai akses penerbangan ke Amerika dan Eropa, sehingga
menjadi sentra penampungan para eskportir. Di beberapa tempat lain, ada juga
perdagangan ekspor dalam jumlah kecil seperti di Makasar, Solo dan Medan.
Ekspor dari Makasar biasanya transit di Bali terlebih dahulu, sedangkan untu
Solo dan Medan transit di Singapura.

0 komentar:
Posting Komentar